DIarsipkan di bawah: Ulang Tahun | Ditandai: Foto | Leave a Comment »
Kekuatan sebuah puisi
Seandainya engkau tetap dapat berkepala dingin meski semua orang di sekitarmu kacau dan mempersalahkan engkau;
Seandainya engkau dapat percaya kepada dirimu sendiri, sungguh pun semua orang meragukan engkau;
Dan engkau masih mau memberi kelonggaran bagi keragu-raguan mereka;
Seandainya engkau dapat menunggu tanpa menjadi jemu.
Atau meski semua orang berdusta tentang engkau, engkau tidak mau berdusta pula.
Atau meski dibenci orang, engkau tidak membenci mereka,
Namun sikap dan perkataanmu tidak menganggap diri paling baik atau bijaksana.
Seandainya engkau mempunyai cita-cita yang tinggi, tetapi tidak membiarkan dirimu dikuasai oleh muluknya cita-cita itu,
Seandainya engkau dapat berpikir, tetapi tidak mengukuhi pikiran sebagai sasaran,
Seandainya engkau dapat tenang menghadapi kemenangan ataupun kehancuran. Dan memperlakukan keduanya sama saja.
Seandainya engkau tahan mendengar kebenaran yang telah kau ucapkan diputarbalikkan oleh orag-orang jahat untuk dijadikan perangkap bagi orang-orang bodoh.
Atau melihat apa yang kau kasihi dengan segenap jiwamu dipatahkan orang,
Lalu engkau membungkuk untuk memungut dan memperbaikinya dengan alat-alat yang using;
Seandainya semua kemenanganmu kau jadikan satu umpukan,
Lalu engkau mempertaruhkannya dengan satu kali membuang undi,
Kemudian engkau kalah, dan harus memulai lagi dari permulaan,
Namun engkau tidak pernah mengucapkan satu katapun tentang kekalahan tadi,
Seandainya engkau dapat mengerahkan otot, saraf, dan hatimu,
Yang sudah lama tiada, untuk mencapai tujuanmu,
Dan dengan demikian tetap tabah, walau padamu tak ada suatu apapun lagi,
Kecuali kemauanmu untuk berkata kepada semua orang “Tabahlah”
Seandainya engkau dapat berbicara kepada orang banyak dan tetap rendah hati;
Atau berjalan dengan raja-raja – namun tidak kehilangan hubungan dengan rakyat jelata;
Seandainya tidak ada satupun perbuatan musuh maupun sahabat yang dapat membuat engkau sakit hati.
Seandainya engkau menghargai semua orang, namun tidak sampai berlebihan,
Seandainya menit yang tak kenal ampun dapat diisi dengan enam puluh detik lari jarak jauh –
Milikmulah bumi serta segala isinya,
Dan lebih dari pada itu engkau akan jadi seorng yang jantan, anakku! ♥
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: Seandainya | Leave a Comment »

